CARIYOS RAJA SIYEM
Manuskrip Sejarah Kunjungan Raja Chulalongkorn di Batavia 1871
Salinan Naskah, Alih aksara, Alih Bahasa dan Kajiannya
Berdasarkan Naskah KBG 281
OLEH:
MUHAMMAD ZHAFRAN PRASATYA
GESHA MAHENDRA CUNYADHA
Surabaya 2025
Alih aksara dan penerjemah: M. Zhafran Prasatya
Penyalin: Gesha Mahendra Cunyadha
(IV+ 200 halaman) 14,8 x 21cm
Diterbitkan oleh: Bahnoo self Publishing, Gresik, Jawa timur
Penata letak: Khansa Ainun Mahya
Desainer sampul: Shelma Fistari Cezanabila
Cetakan pertama 2026.
Hak cipta dilindungi undang-undang.
Prasatya, Zhafran, dan Gesha Mahendra. (2026). Serat Cariyos Raja Siyem:
Dari Naskah Sastra Jawa ke Modernisasi Siam. Gresik: Bahnoo.
Di antara lembar-lembar naskah Jawa lama, Cariyos Raja Siyem menghadirkan kisah perjalanan yang melintasi batas ruang dan budaya. Naskah ini merekam kunjungan pertama Raja Chulalongkorn (Rama V) ke Batavia pada tahun 1871, sebuah perjalanan penting yang dapat dipahami scbagai upaya sang raja untuk melihat langsung perkembangan dunia modern di wilayah kolonial.
Buku ini menyajikan naskah berdasarkan manuskrip Cariyos Raja Siyem KBG 281 secara utuh, dilcngkapi dengan salinan teks beraksara jawa , alih aksara, dan alih bahasa. Melalui penyajian ini, pembaca tidak hanya membaca teks, tetapi juga mengikuti jejak perjalanan yang memperlihatkan kota Batavia, institusi pendidikan, militer, dan berbagai bentuk kemajuan yang ditemui selama kunjungan.
Lebih dari sekadar edisi naskah, buku ini menghadirkan kajian yang menempatkan Cariyos Raja Siyem dalam konteks sejarah modernisasi Kerajaan Siam. Pengalaman yang terekam dalam naskah ini dapat dibaca sebagai bagian dari langkah awal Raja Chulalongkorn dalam memahami dan merespons modernitas, yang kemudian berkontribusi pada arah perubahan di negerinya. Dengan memadukan pendekatan filologis dan historis, buku ini menawarkan cara baru untuk melihat hubungan antara perjalanan, pengalaman, dan transformasi sejarah.








Comments
Post a Comment